Kamis, 17 November 2011

CARA MEMBANGUN PERUSAHAAN

Bagus merupakan musuh utama dari Hebat. Sebuah perusahaan yang telah merasa bagus akan cenderung puas dan tidak berusaha menjadi perusahaan yang hebat. Untuk mencapai perusahaan yang hebat, seorang enterpreneur, dalam posisi sebagai komandan (pioneer) maka anda dapat menerapkan enam strategi berikut:

Disiplin
Bangun budaya disiplin dalam perusahaan, sehingga tidak memerlukan kontrol yang berlebihan. Apalagi jika dikombinasikan dengan intrpreneurship, perusahaan akan memiliki pendorong yang sangat kuat untuk maju secara cepat.

Konsep Yang Terfokus
Tentukan bisnis inti untuk perusahaan anda, tentu saja yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan anda berkompeten di dalamnya. Dengan begitu, perusahaan anda akan mempunyai pijakan yang cukup kuat untuk menjadi yang terhebat.

Selangkah Demi Selangkah 
Jalankan semua proses selangkah demi selangkah sampai akhirnya terbentuk momentum yang memungkinkan perusahaan untuk tinggal landas.

Memilih Siapa Baru Apa
Mulailah dengan memilih orang yang tepat dan meletakkannya pada posisi yang tepat (serta membuang orang yang tidak tepat) baru menentukan arah yang dituju.

Optimis
Setiap tahapan menuju perusahaan hebat selalu berisikan masalah. Seorang enterpreneur yang hebat, selalu optimis dan berani menyelesaikan seluruh masalah yang menghadangnya.
Teknologi Sebagai Akselerator
Beragam teknologi saat ini sudah tersedia, seorang pemimpin yang hebat mampu memilih teknologi yang tepat dan menjadikannya sebagai akselerator.

Sumber artikel : teknopreneur edisi 6 tahun 2007
CARA MEMBANGUN PERUSAHAAN ADA 3, yaitu :
1. Membeli Perusahaan yang Telah Dibangun
            Banyak alasan mengapa sesorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada dari pada mendirikan atau merintis usaha baru, antara lain
            -  resiko lebih rendah
            -  lebih mudah
            -  memiliki peluang  untuk membeli dngan
               harga yang bisa ditawar.
Beberapa permasalahan yg mungkin terjadi:
  1. Masalah eksternal yaitu lingkungan misalnya :
            -  banyaknya pesaing
            -  ukuran peluang pasar
  1. Masalah internal
            misalnya :
            -  image
            -  masalah karyawan dg manajemen
             -  masalah lokasi dan masa depan
         Sebelum melakukan kontrak jual beli, beberapa aspek yg harus dipertimbangkan:
  1. Pengalaman yang dimililki untuk menjalankan perusahaan tersebut
  2. Mengapa perusahaan berhasil tetapi kristis
  3. Dimana lokasi perusahaan tersebut
  4. Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu.
  5. Apakah membeli perusahaan tsb lebih menguntungkan.
         Sedangkan menurut Zimerer 4 hal untuk menganalisa perusahaan yang akan dibeli :
  1. Alasan pemilik menjual perusahaan
  2. Potensi produk dan jasa yang dihasilkan
  3. Aspek legal yang dimiliki perusahaan
  4. Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual.
Contoh : PT. Adira Dinamika Multifinance, Bank Agroniaga, Asuransi jasa Indonseia.

2. Memulai Perusahaan Baru
            cara untuk memulai suatu usaha sangatlah mudah dan gratis tanpa biaya sedikitpun. Syaratnya hanya satu, mulailah dengan memiliki sebuah MIMPI. Karena dengan bermimpi Anda dapat menciptakan ide bisnis yang luar biasa, hingga akhirnya ide bisnis tersebut diolah menjadi sebuah peluang usaha baru yang menguntungkan.
Bermodal dengan ide bisnis dari sebuah mimpi besar yang dimiliki, tahapan selanjutnya memulai usaha dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Tentukan gagasan bisnis yang akan dikembangkan. Sebaiknya sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat atau bakat yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat.
  2. Buatlah visi dan misi usaha. Sebuah usaha harus memiliki visi serta misi yang jelas, sehingga tujuan dan langkah usaha tersebut dapat terkonsep dengan baik guna menunjang pengembangan usaha yang dibangun.
  3. Action. Sebaik apapun ide bisnis yang kita miliki, tidak akan pernah menjadi usaha yang sukses jika kita tidak segera bertindak. Mulailah usaha yang Anda rencanakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan, karena menjalankan sebuah usaha hingga mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang dengan kerja keras yang harus dijalankan.
  4. Selalu belajar dan lakukan pengamatan. Amati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama dengan kita, bila usaha kita tergolng baru amatilah strategi manajemen yang mereka gunakan. Hal penting lainnya yaitu perdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan, agar produk kita bisa lebih inovatif.
  5. Hadapi, hayati serta nikmati hambatan atau kegagalan. Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. Untuk itu sebaiknya kita harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada, karena dalam tiap kesulitan akan ada kemudahan jika kita mau bekerja keras. Tanpa kita sadari, dalam keadaan terdesak kreativitas seseorang akan meningkat untuk mencari solusi dari masalah yang ada. Oleh karena itu, hadapi, hayati serta nikmati hambatan usaha karena akan menguatkan mental usaha kita dan menambah kemampuan kita dalam membangun usaha.
Kunci kesuksesan memulai sebuah bisnis adalah berani menjadikan mimpi kita menjadi ide bisnis yang nyata. Jangan pernah takut gagal dalam memulai bisnis, karena setiap kegagalan akan memberikan pelajaran berharga bagi langkah bisnis Anda.

Contoh : Bank Bukopin, IBM, PT Astra International Tbk, Best Argo Grup.

3. Membeli Hak lisensi (waralaba/Franching)
            Franchising adalah kerjasama manajemen untuk menjalankan perusahaan cabang/penyalur. Intinya, franchising member hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha dari perusahaan induk.

Dapat merupakan suatu keuntungan tersendiri karena adanya kerjasama antara sipemberi hak lisensi (franchisee) dengan pihak yang hak lisensinya dibeli (franchisor). Dalam franchising terjadi hubungan bisnis yang berkesinambungan antara franchisee dengan franchisor.

Sitem waralaba/franchising sendiri dimulai dengan apa yang disebut “Product Franchise” yang leih merupakan suatu keagenan seperti keagenan mesin jahit singer, keagenan sepatu bata dan lain sebagainya.

Pada perkembangan elanjutnya waralaba produk ini kemudian popular melalui Bussiness Format Franchising (Sisitem waralaba Format usaha).

Contoh : KFC, MC Donal, JCO, Pizza Hut, AW, Ace Hardware dl
http://www.puarambe.com/2009/12/peluang-bisnis-franchise-indonesia-2010.html


AMBAR MURTININGSIH / 22209179
1EB01

Jumat, 11 November 2011

jurnal akuntansi

Pengaruh Rasio Profitabilitas,Rasio Solvabilitas,dan Risiko Sistematis terhadap Harga Saham Properti di Bursa Efek Jakarta

Efendi
Hasan Sakti Siregar
Universitas Sumatera Utara


The purpose of this research is to know the empirical effect of Ratio Profitability, Ratio Leverage, and Systematic Risk either partially or simultaneously to stock’s price of property company at jakarta stock market. The Profitability Ratio that be chosen to know the effect are Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), . The Leverage Ratio that be chosen to know the effect are Debt Equity Ratio (DER); while The Systematic Risk that be chosen to know the effect are BETA   This research is classified as causal research and replication to former research, which population of this research are property company that listed in Jakarta Stock Exchange (JSX) during 2004 to 2006. The sample selections using purposive sampling methods and resulting 13 property company sample. Data of this research are secondary data, which consist of ROA, ROE, DER, and BETA as independence variable; and Stock Price as dependence variable. The statistic methods that’s used is multiple regressions analysis and the model has been tested in classic assumptions.
         The result indicates that ROA, DER, and BETA variable simultaneously have significantly influence to rentability rate in 95% confidence interval.

Keywords: Profitability Ratio, Leverage Ratio, and Systematic Risk.


  1. Pendahuluan

Artikel ini mengangkat isu tentang pengaruh rasio profitabilitas, solvabilitas, dan resiko sistematis terhadap harga saham properti di bursa efek jakarta. Motivasi dari penelitian ini adalah Fluktuasi harga saham yang terjadi sangat berperan didalam pasar modal. Penanaman modal dalam bentuk saham merupakan suatu jenis investasi yang mengandung risiko relatif tinggi, maka diperlukan analisis yang akurat untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya fluktuasi harga saham yang akan dibeli.
Setiap investor yang melakukan investasi di pasar modal mengharapkan keuntungan dari dana yang ditanamkan.  Ada investor yang mempunyai tujuan untuk memperoleh deviden  dan ada pula yang mengharapkan mendapatkan capital gain yaitu selisih antara harga investasi sekarang dengan harga periode yang lalu.  Kekuatan analisis ini akan memberikan informasi kepada investor tentang waktu yang tepat membeli saham tertentu dan kapan menjual saham atau keluar dari pasar.
Untuk dapat menginterpretasikan informasi akuntansi yang relevan dengan tujuan dan kepentingan pemakainya telah dikembangkan seperangkat teknik analisis yang didasarkan pada laporan keuangan yang dipublikasikan. Salah satu teknik tersebut yang populer diaplikasikan dalam praktek bisnis adalah dengan menggunakan rasio keuangan.
Hasil dari penelitian ini akan bermanfaat bagi beberapa pihak. Bagi perusahaan diharapkan   lebih memperhatikan faktor-faktor fundamental perusahaan tanpa mengabaikan kondisi ekonomi makro. Bagi Investor maupun calon investor disarankan untuk melakukan analisis terhadap calon perusahaan emiten baik dari segi fundamental maupun dari segi teknikal, serta bersikap kritis terhadap setiap informasi yang tersedia di pasar modal.


                           2. Kajian Literatur dan Pengembangan Hipotesis                          

2.1 Analisa Saham

      Investor perlu melakukan analisa terlebih dahulu terhadap saham-saham yang akan dipilihnya agar dapat diprediksi apakah saham tersebut akan memberikan tingkat return yang sesuai dengan tingkat return yang diharapkan.  Menurut  Fakhruddin dan Sopian (2001:55), dalam melakukan analisa saham ada dua aspek yang sering digunakan yaitu aspek fundamental dan aspek teknikal.

2.2 Analisa fundamental

      Untuk melakukan investasi dalam bentuk saham diperlukan analisis untuk mengukur nilai saham yaitu analisi fundamental dan analisis teknikal. Tujuan analisis fundamental adalah menentukan apakah nilai saham berada pada posisi undervalue atau overvalue. Saham dikatakan undervalue bilamana harga saham di pasar saham lebih kecil dari harga wajar atau nilai yang seharusnya,demikian juga sebaliknya.

2.3 Rasio Keuangan

      Analis keuangan perlu melakukan pemeriksaan atas berbagai aspek kesehatan keuangan perusahaan agar dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan kinerjanya.  Alat yang sering digunakan selama pemeriksaan adalah rasio keuangan, sebagaimana yang disampaikan oleh pakar keuangan yang menyatakan “Tujuan menghitung Rasio karena dengan cara ini bisa mendapatkan perbandingan yang mungkin terbukti lebih berguna daripada angka-angka aslinya sendiri” (Van Horne dan Machowicz(2005) dalam Annio (2005)).


2.4 Risiko Sistematis

      Risiko sistematis dari suatu sekuritas atau portofolio yang relatif terhadap risiko pasar dapat diukur dengan BETA. BETA suatu sekuritas adalah kuantitatif yang mengukur sensitivitas keuntungan dari suatu sekuritas dalam merespon pergerakan keuntungan pasar.

2.5 Pengembangan Hipotesis

      Analisis fundamental berupaya mengidentifikasi prospek perusahaan melalui analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham untuk memperkirakan harga saham di masa yang akan datang. BETA suatu sekuritas adalah kuantitatif yang mengukur sensitivitas keuntungan dari suatu sekuritas dalam merespon pergerakan keuntungan pasar.
      ROA merupakan rasio yang membandingkan laba bersih penjualan dengan total aktiva (Sawir, 2005:33). ROA digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.  Semakin besar ROA menunjukkan kinerja yang semakin baik, karena tingkat pengembalian besar (Ang (1997) dalam Suchitra (2006).
      Dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesa alternatif sebagai berikut:

H1 :      Ada pengaruh Rasio ROA terhadap harga saham perusahaan properti.

.  Semakin tinggi ROE mununjukkan semakin efisien perusahaan menggunakan modal sendiri untuk hasilkan laba.  Keterkaitan antara ROE dengan harga saham dikemukakan oleh Higgins (1990:59) dalam Suchitra (2006) menjelaskan bahwa adanya hubungan yang positif antara ROE dan harga saham perusahaan yang dapat meningkatkan nilai buku saham perusahaan, jadi antara ROE dengan harga saham mempunyai hubungan positif dimana ROE yang tinggi cenderung harga saham juga akan tinggi. Dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesa alternatif sebagai berikut:

H2 :      Ada pengaruh Rasio ROE terhadap harga saham perusahaan properti.

      DER merupakan rasio yang membandingkan utang perusahaan  dengan total ekuitas. DER yang tinggi mempunyai dampak yang buruk terhadap kinerja perusahaan karena tingkat hutang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar yang berarti mengurangi keuntungan, sebaliknya tingkat DER yang kecil menunjukkan kinerja yang semakin baik karena menyebabkan tingkat kembalian yang semakin tinggi (Ang (1997) dalam Suchitra (2006) Investor cenderung memilih saham dengan DER yang rendah. Dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesa alternatif sebagai berikut:

H3 :      Ada pengaruh Rasio DER terhadap harga saham perusahaan properti

      Semakin tinggi tingkat BETA, semakin tinggi risiko sistematik yang tidak dapat dihilangkan karena diversifikasi. Untuk menghitung beta digunakan teknik regresi yaitu mengestimasi beta suatu sekuritas dengan menggunakan return-return sekuritas sebagai variabel terikat dan return-return pasar sebagai variabel bebas. Dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesa alternatif sebagai berikut:

H4 :      Ada pengaruh Risiko Sistematis terhadap harga saham perusahaan
             Properti.

  JURNAL AKUNTANSI USU
 
 










 

Kamis, 10 November 2011

kalikatur pendidikan

KARIKATUR PENDIDIKAN


Fenomena ujian nasional.
Siswa-siswa nya pada nyontek. Biasa nya yg pinter  bantu yang biasa aja. Kadang guru pun mengasi contekan kepada siswanya. Supaya siswa-siswinya lulus semua. Sebenarnya ujian nasional itu tidak perlu banget. Soalnya yang menentukan lulus itu bukan pemerintah tetapi pihak sekolah yang menentukan.
Banyak siswa yang stres gara_gara ujian nasional. Apalagi klo udh pengumuman hasil ujian. Apalagi klo ada siswa yang tidak lulus. Banyak yg pingsan, stress ada juga yang bunuh diri. Kadang saya mikir penting ga sech ujian nasional itu ????????????